Thursday, January 15, 2015

December 29, 2014


di sini
terduduk terhakimi
riban kursi merah berjajar mengadili
diam,

nanarku terbang menembus jendela
yang terbuka disisi kanan ruang yang samar

janjiku melayang jauh
di balik padatnya rumah dan rimbunnya hutan di penghujung arjuna

sejauh mata memandang
di layar komputer yang mati
seraut wajah yang sedikit tegang
tersenyum tanpa arti
terkhianati kata dihhujam tanya

Lives in Living Decembers


kita sama-sama berlari untuk satu kata
kata yang selalu menghabiskan kata-kata
kata siapa saja

kita masih saja berlari
melewati gedung-gedung bernama
berbelok menembus cahaya beroda

semua sudah berada di ujungnya
kata suda berada di puncak tombaknya

tibalah desember
meninggalkan januari yang lalu
3 tahun yang lalu menyambut sang januari baru
di dean masa yang akan datang, hari-hari kemudian

ceritanya...
saat aku berjuang untuk januari
Tuhan memberiku desember
dan saat desemberku berakhir
aku tahu, januariku akan tetap ada untukku

hujan temani desemberku
membentuk gelap
merangkai sepi menjadi rantai-rantai pelangi
membekuan hujan menjadi serambi tempat aku bermimpi
menguap bak kenangan yang sudah tak lagi ku akhiri