Monday, April 28, 2014

I think but I just think... can I do?



Apa sih gunanya marah? Apa manfaatnya benci? Buat apa ngambek? Buat apa mangkel? Dan untuk apa sakit hati? Itu yang perlu direnungkan. Sedangkan dirimu sudah tau, semua itu karena dirimu sendiri yang menghadirkannya. Ego itu memang perlu, untuk memprtahankan dan menunjukkan sejauh dan sekuat apa kita berprinsip dan menjaga komitment atas suatu hal, tapi perlu juga dipertimbangkan. Karena pasti akan ada dampak entah buruk ataupun baik, banyak ataupun sedikit. Ketahui dimana letak ego tersebut, maka kamu akan tahu kapan ego itu perlu digunakan dan kapan ego itu perlu untuk sejenak disisihkan. Ketika ego itu perlu disisihkan, itu sedikit bermakna terkadang mengalah itu perlu. Mungkin bukan sekarang manfaat yang akan dirasa, tapi esok saat kita sudah benar-benar dewasa.

Sadar atau tidak, ego yang kita pegang kuat-kuat itu suatu saat pasti akan kalah dengan adanya keinginan. Sekarang, mana yang akan menang dan kalah, ego mu kah atau keinginanmu kah yang lebih kuat dibanding yang lainnya?
Berfikir dengan logika dan tanpa amarah, cepat atau lambat pasti akan membuat yang berfikir belajar untuk lebih dewasa. Pertanyaanya... kapan kamu dewasa???  Kalau dalam kenyaataannya dirimu lebih bahkan selalu egomu yang dirimu menangkan, sedang dirimu tahu apa akibat dari semuanya. Dasar keras kepala! Katanya ingin dewasa. ^,<



An April 28, 2014 booknote for me from Abah, Pagelaran, South Malang.






Tuesday, April 15, 2014

Mulai saat ini aku tidak akan memaksakan apa yang pernah ku tulis
Jika hari ini aku harus menangis,
akan ku biarkan air mata inimengalir
jika hari ini aku harus tertawa
suara lepas ini akan mengisi kekosongan hatiku
dan jika harus diam, maka tangisku akan membuncah dala ingatanku
merusak memecah dan menghancurkan semua kenangan dan kesakitan yang ku bangun atas nama harapan dan penantian.


Mr... FUCK you