Friday, May 31, 2013

Tuhanku, mudahkan jalanku menuju ke Ridloan Mu

Tuhan...
Izinkan aku mendekat pada Mu
Lapangkanlah jalan menuju keridloan Mu
Tutuplah jalan sesat dihadapa ku
agar langkahku hanya kepada Mu


Terima kasih Tuhan atas kemurahan Mu hari ini,
Ketika hamba Mu mencari Mu, mengadukannya hanya pada Mu
hanya ketenangan yang ku tahu, Kau siramkan pada hatiku,
semua baik-baik saja saat ku bersama Mu
Terima kasih atas air mata yang telah Engkau biarkan mengalir,
membawa semua yang tak ingin ku ingin, hilang dan hancur





untuk saat ini,esok, dan selanjutnya...
aku hanya ingin bersama Mu
mendekat pada Mu
dan istiqomah dalam ridlo Mu

mungkin, ini cara Mu membuka mataku, mengingatkan kelalaianku
dan kecerobohan yang terus ku ulang..

Engkau selalu  bermurah hati pada hamba Mu yang tak tau syukur ini,
Ampuni sgala kekhilafan dan kebodohan hamba..
hamba terlalu hina untuk terus mendapat kemurahan kemuliaan dan rahmat Mu
tapi, hamba juga tak mampu jika jauh dari kuasa Mu
Tuhan... Engkau Maha segalanya... Ahadun Ahad!

AKU

Lagi lagi tentang aku
kali ini, tentang kesedihan yang dialami aku hari ini...



hari-hari lalu, Tuhan bermurah hati memberi seorang aku banyak kebahagiaan beserta bonus-bonusnya yang yang tak mampu dihabiskan oleh aku dalam waktu sehari, roaming nya luber... ^,<

Dan hari ini, dimulai dengan kuis reading yang membosankan di 06.30 weekend indahku yang jadi nyebelintu. sekarang, seoarang aku berkata...

Aku semakin tak bisa menerima,
entah dasar apa seorang aku berani menentang kenyataan
melawan jawaban dari harapan-harapan aku yang tak pernah dibuatnya
Seoarang aku benar-benar tak meminta ataupun menghadirkannya
masih datar-datar aja....
hanya karna yang itu dan itu itu, yang datar berubah frekuensi jadi lebih bervariasi dan berrtinggi
Uchhhh................ Seorang aku jadi tak trima, seorang aku menuntut apa yang tak pernah di inginkannya.............


Apakah, sekarang yang tak ada telah menjadi ada?
yang tak pernah terfikirkan, tiba-tiba menjadi faktor x seoarang aku memikirkan???
Aaaaaaaa........... Tuhan, knp kebahagiaan yang engkau berikan hari ini masih Engkau bungkus, belum bisa seorang aku membukanya dan membuat seorang aku tersenyum dengan lebih lebar lagi, Bantu aku menemukan hadiah terindah yang Kau simpan dibalik ini.





Wednesday, May 29, 2013

kataku semalam...

Malam ini...
Hanya untuk malam ini
Aku ingin bercerita pada malam
Bukan tentang cinta,luka, gulana atau semacamnya
Bukan pula kuliah, tugas dan bala tentaranya
Tidak rumit dan sulit
complicated juga tidak
semua bisa memahami
sederhana saja
sama halnya dengan hukum 1+1
semua tahu itu 2
enggak tahu kenapa... aku mulai bingung memulai ceritanya
tanpa diminta ataupun rekomendasi dari pimpinan redaksi.
detak jantungku berdegup lebih kencang tanpa pemanasan, kecepatan bertambah 130 km perjam
wah... itu mah lebay. Oh.. Tuhan, jiwaku kambuh
hentikan!!!!!
Kapan aku akan memulai kisah ini jika semua sibuk dengan urusan masing masing...
 Aku sudah tak sanggup menyimpannya dalam otakku sendiri,
Harus ada penampungan baru untuk ceritaku
 Buku, notebook, daun, kertas, otak, komputer, hati, apapun itu...
Aku perlu...
Aku....
Aku tak suka keadaan ini
Aku membenci suasana seperti ini
Bahkan aku tak meyakini kebenaran yang terjadi
Saat sesaat aku menatap seorang aku dalam sebuah cermin disudut kamarku..
Yang ku fikir hanya tentang itu
Itu yang membuatku ragu
Itu yang terkadang membuatku takut
Itu yang membuat aku merasa bersalah
Dan... itu yang membuat aku mengulangnya kembali
...........
Aku menegur diriku....
Aku melawan inginku..
Dan aku... aku....
Aku tak mampu
Ini bukan sebuah rasa
Tapi aku merasakannya
Ini biasa...
Tapi terkadang menjadi istimewa
Aku menolak.... ah.. tidak juga
Ingin menjelaskan.. aku juga tak mampu,
Ingin ku pastikan... tapi, siapa aku???
Sedikit penekanan saja,
Lupakan!!!
Aku.... tidak
“kata kunci”... juga tidak
Keadaan... ya
Kenyataan... mendukungnya
Sudahlah...
Ku akhiri cerita ku malam ini
Tanpa akhir cerita, mungkin tidak pula ada awalnya


Aku dalam Diriku (degup jantung belum juga memelankan langkahya.. oh, no...)

Friday, May 17, 2013

ekspedisi penaklukan Arjuna dengan kekuatan Cleopatra

Abrori, Fahmi Med, Ima, Incha, Hemo, & fotographer Bojonegoro, lupa namamu lek.

Wooww.. ARjuna We are coming..!!!

The Top of Arjuna Mountain. 

339 diatas daratan, lebih dekat dengan Tuhan atau kematian,????

Gilo!!! wekkk

Ni Cleopatra nya!!!

Cleopatra yang wonder women, wuihh..keyennn

Syiippppp 

I am The Winner

Thursday, May 16, 2013

Joseph and Zaleha


Zaleha had a strong hopes to be able to meet a man who was her first love. Zaleha was a 20 years old student of Chinese literature at the University of Indonesia, who came from Rembang, Central Java. She was known as a diligent, good girl, and plain, not adventurous as well as what it was. Behind the innocence of her face looks, it turned out she was been in love, he even still kept it to herself. She just hoped to meet a figure who stole her attention. She hoped to re-establish love with a man she called Joseph. Zaleha loved him very much. He was always dreamed of getting back together with him.
Zaleha always dreamed almost every night to meet Joseph and do all they had ever planned in the past. She imagined to see him and make a diamond dinner in a romantic restaurant with an music instrument of piano pitching around them. She was smiling while reflecting on image, they went along the street of Semarang, and spent all time together enjoying day and night of Semarang City. The dream they planned to do 6 years ago always becoming like an interesting story book she want to read and reread before sleeping.
Day after day, Zaleha decided to attempt and reach her dream to meet Joseph. She found out the information of him from her friends and her past school. By social networking through facebook, she knew the information of Joseph. It began getting familiar on facebook then, frequently sending message and making a call, in the end both of them like going back to junior high school where they loved one each others. Joseph invited Zaleha dating in Semarang. Nevertheless, it was impossible for Joseph to leave his profession as a teacher in Tuban too long to catch up Zaleha in Jakarta. They agreed to meet in Semarang. Zaleha was initially scared and intending to resist, but the longing made her melt and approve it. She left Jakarta in early morning hoping not too late. In Semarang, traffic jump made her arrive at 5 in the afternoon. 
She expected Joseph to pick her up, but it turned out Joseph was still in Tuban. He reasoned that there was heavy raining. Zaleha began to fear that she was in an unfamiliar area, no one she knew. Zaleha call him many times, he even rejected it. She cried in a mosque lonely. Finally, he made a call to his cousin in Rembang to pick him up and told him what happened. After nearly 5 hours of waiting, she finally returned to Rembang and forgot Joseph for a while. In the morning, Joseph took her meeting in Tuban because Zaleha informed him that she went to Rembang. Whatever makes Zaleha back hope and complied him. They promised to meet at the Great Mosque of Tuban. She had no regret when almost 3 hours wait for Joseph. After she began upset and almost going, Joseph appeared. It was such as dry rain soaked a dry day, Zaleha was so happy.
Unfortunately, a sparkling conversation was just running  for about 15 minutes, Joseph asked permission to go. He reasoned that he went to Tuban with his pupils who participate a competition. Therefore he could not leave them in a long time. he canceled going to the beach, eating at restaurants and spending along days together. Zaleha was not able to prevent him to go. After his departure, Zaleha realized that she was not brought the money at all, since she has already said goodbye to his brother back to Jakarta.  She walked to look for an ATM with complicated feeling. After taking the money, she got the bus majors to Jakarta. She went home with no sense of love and no hope anymore to Joseph. 
Now, Zaleha really had forgotten Joseph and no love for him. She was disappointed with Joseph’s treatment to her. She promised to herself that she did not want to fall in love, she wanted to focus to her study and her future. She believed that everything will be beautiful in a exact time.



 

Friday, May 3, 2013



Tidurlh sayg. . .
Kn ku slimuti dirimu dg kasih suciku, kn kunyanyikan lagu rindu sbg pngntr tdrmu, kn ku bwa dirimu dg sayap puthku mnju tman cintaku, hingg pgi datg kn kusambut dirimu dg senym cintku. Hav nic drem
Top of Form
15
Bottom of Form

Okeh lah sayg, aku terima selimut kasih sucimu,





*sebuah percakapan yang tak sengaja terjadi antara aku, dirinya dan dirimu.